Jumat, 06 Januari 2012

dari mana datangnya cinta? dari mata turun ke hati. benarkah?

Dua kalimat yang membuat mataku terfokus pada salah satu bab di text book dasar-dasar komunikasi. Apakah dua kalimat itu?
Hehe,, ini ni..
“Darimana datangnya cinta? Dari mata turun ke hati.”
Benar kah?
Yuk di cek.

Menurut bebarapa teori yang saya dapatkan dari mata kuliah dasar-dasar komunikasi, ada empat faktor yang mempengaruhi daya tarik seseorang terhadap orang lain. faktor-faktor tersebut adalah daya tarik fisik (physical attrativeness), kedekatan fisik/geografi (proximity geographical/physical closeness), kemampuan (kompetensi), dan kemiripan (similarity).
Bingung ya?
akan dijelaskan satu-persatu.

Yang pertama adalah daya tarik fisik. Daya tarik fisik merupakan faktor yang paling penting pada tahap awal membina hubungan dengan orang lain, karena umumnya orang lebih suka berinteraksi dengan orang lain yang secara fisik menarik. Akan tetapi perlu disadari juga bahwa daya tarik fisik ini cenderung menurun dengan berlalunya waktu. Terutama jika telah diketahui belangnya.

Contoh kasus :
Saat dihadapkan pada dua buah bangku kosong, dimana bangku yang satu bersebelahan dengan orang yang ramah, murah senyum, rapi dan bangku yang satunya bersebelahan dengan oranga yang kumal, bau dan bajunya acakadut, tentunya seseorang yang baru masuk ke ruangan tersebut akan lebih memilih duduk bersebelahan dengan oranga yang ramah, rapi dan murah senyum kan?
Nah , jadi penampilan itu penting. Setuju??

Yang kedua adalah kedekatan fisik. Orang yang secara fisik berdekatan seperti teman sebangku waktu sekolah, sekamar waktu di asrama/kosan cenderung lebih mengenal satu sama lainnya dibandingkan dengan teman yang tidak sebangku atau tidak sekamar. Persahabatan lebih mudah tumbuh diantara orang yang berdekatan baik ruang maupun jarak.

Yang ketiga adalah kemampuan. Orang cenderung lebih mengagumi orang-orang yang memiliki kemampuan lebih tinggi darinya atau lebih berhasil dalam kehidupannya (*kecuali orang yg syirik ya....*he). Namun orang yang terlalu dianggap terrlalu superior terkadang membuat orang disekitarnya menjadi inferior, sehingga menurunkan daya tariknya. Maka, pesan moralnya adalah jangan menganggap dirimu superior. Karena orang bukannya bakal kagum, tetapi malah ill feel yang ada.

Dan yang terakhir adalah kemiripan. Kemiripan adalah suatu persepsi, yaitu derajat dimana seseorang menganggap dan mempercayai adanya kemiripan karakteristiknya dengan orang lain. sehingga timbul rasa nyaman dan klik saat sedang bersama.

Ternyata, menurut teori, pepatah tersebut benar adanya. Kita mengenal seseorang, mungkin awalnya kita hanya mengenal fisik, kemudian sering bertemu, kemudian mengagumi kemampuannya dan ternyata menemukan kemiripan-kemiripan diantara keduanya. Sehingga timbullahbenih-benih cintai. nah kalau kita udah bisa bikin obyek dakwah kita cinta sama kita, apa sih yang nggak buat kita. nah, dengan cinta inilah kita ajak mereka menuju cinta yang tertinggi.

Sebagai aktivis dakwah, perlulah kita mempunyai faktor-faktor diatas untuk menarik obyek dakwah kita. Seorang aktivis yang berpenampilan rapi, rajin, ramah. Memiliki kemampuan superior tapi g sok superior. Aktivis yang dekat dengan teman-temannya, d senangi banyak temannya, bisa klik saat bersama mereka (*alias nyambung kalau diajak ngomong) tentunya akan mudah bagi kita untuk menyampaikan pesan-pesan kebaikan. Yuk, mulai perhatikan apa-apa yang ada pada diri kita. sudah kah kita memiliki daya tarik?

hayo, hayo, yang jarang kumel, bau dan baju'a acakadut. hayo, hayo yang suka telat n pulang duluan. hayo, hayo yang sering kabur pas kuliah. hayo, hayo yang sering gabut waktu bikin laporan. hayo, hayo yang suka caper sok superior. hayo, hayo, introspeksi diri yuk!!
Hehehe,

it’s my opinion.
Ngerasa ada yang  kurang sih?  Monggo di lengkapi.

2 komentar:

  1. Ehm.. Asyik dah.. XD

    BalasHapus
  2. Assalamualaikum... :) nice post..sya seringnya lihat yg "kemiripan" karena pada dasarnya orang akan berkelompok kelompok dg hati2 yg dianggap mirip :) seperti burung yg akan mau terbang dg yg sejenisnya, dn untuk melihat mirip ga nya emang butuh mata juga mata hati :) *salam kenal*

    BalasHapus