Senin, 26 Desember 2011

perahu kertas

Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 22.45 dan satu-persatu pintu kamar teman-teman sekosan rahma mulai tertutup rapat...
Rahma hanya menguap beberapa kali sambil sesekali menengok ke arah Si cici yang telah tertidur  pulas dari jam 9 malam tadi....
Huuufffffff ...
Rahma menarik nafas panjang di tengah hening malam yang terusik oleh bunyi tuts keyboard laptopnya.....
Sudah selarut itu rahma belum juga tidur..
Tak seperti biasannya, kali ini dia masih sibuk mengayunkan jari-jemarinya diatas laptop.....
Yah, jari-jarinya dengan lincah menari-nari diatas huruf-huruf yang berbaris dihadapannya..
Hemm,, ternyata dia sedang menulis sesuatu...
            Asngjdkldhuejyjsndfmnmc ns
            Asjkahdakefyuhvjcdnsmna,.jkd
            ........................................................
            .......................................................
I love you mom...
Beberapa detik kemudian dia beralih dari laptopnya dan mengambil seutas kabel. Di colokkannya ujung kabel itu ke lapto..
Kreekkk, krekkk...
Terdengar suara printer beroperasi..
Sekejap saja selembar kertas yang tadinya kosong telah terisi beberapa penggal kalimat yang puitis..
Emm,, diapain ya surat ini? Dia mulai bergumam sendiri..
Kemudian dia memandang cici yang udah tertidur pulas..
Emm,, surat ini kan harusnya untuk ibuku..
Gmn ya agar surat ini bs sampai padanya.. dya bergumam..
Kemudian tangan gesitnya melipat-lipat kertas itu dan jadilah perahu kertas munngil yang lucu sekali.
Dya seperti kembali ke masa kecilnya...
Untuk bunda di surga, begitulah ulisan yang tertera lambung kapal itu. Tiba-tiba air matanya tumpah tak tertahan lagi.. dibukanya kotak kenangan berwarna coklat kesukaannya itu..
Dibukanya pelan-pelan..
Satu, dua, tiga, empat..............................dua puluh, dan terakhir dua puluh satu perahu yang telah dia buat..
Tak terasa telah 21 telah jauh dari ibunya... jauh,,, sekali.. sampai untuk menyatakan betapa cintanya dia pada ibunya, tak pernah sampai. Hemm,, 21 tahun dya menahan perihnya kerinduan untuk mengatakan “I love you mom”. Perahu-perahu kertas ini menjadi sakssi kerinduan ku padanya. Gumnya dengan air mata yang terus membasahi matanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar